Rumah Kasih Kami: Ikang dan Marissa

Rumah Kasih Kami: Ikang dan Marissa
Kembang Setaman Rumah-tangga Ikang & Marissa.jpg
Tampilkan postingan dengan label manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manajemen. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Maret 2011

Properti Kontra Produktif FORGOS di detik.com: Marissa Haque Istri Ikang Fawzi

Green Marissa Haque in PPP
Rabu, 19 Januari 2011 - 08:24:30 WIB
Dukung Andre, Marissa Diserang "Black Campaign"
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Politik

Istri Ikang Fawzi  itu mengaku imejnya menjadi buruk akibat ulah orang yang tidak bertanggung jawab di dunia may yang diduga oknum timses Airin & Atut.

Marissa Haque terimbas "black campaign" karena mendukung Andre Taulani dalam pencalonannya sebagai Wakil Walikota Tangsel. Citranya dipaksa oleh oknum 'mereka' di Tangsel dan banten agar jadi buruk.

"Imej kita digiring seperti apa yang mereka inginkan. Jadinya semacam pembusukan karakter," ungkap Marissa Haque saat ditemui di kediamannya, kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Selasa (18/1/2011).

Wanita yang akrab disapa Icha ini awalnya tak menyadari soal terbentuknya imej buruk di dunia maya. Karena ia sendiri biasa memanfaatkan internet untuk keperluan pekerjaan.

"Tadinya aku cuek buka internet, karena biasanya aku buka hanya untuk riset ternyata pas aku buka itu cukup mengganggu," urainya.

Icha menambahkan, "Di situ kalau searching nama Ikang-Marissa begitu dibuka jadi gambar yang berbau-bau seks dan aneh-aneh."

Wanita calon  lulusan Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi Bisnis UGM Yogyakarta menduga kejadian ini terkait dukungannya terhadap Andre yang kini tengah menjadi kandidat di Pemilukada Tangsel.

"Kayaknya ini ada hubungannya dengan pencalonan Andre. Ya karena ini kan masih berhubungan dengan yang dulu," paparnya.(Irf/Fat) 
Asal: berita8.com 

Sabtu, 12 Maret 2011

erdua Marissa Haque Ikang Fawzi Bikin Buku tentang Properti-tainment

ikang-dan-marissa-hamil-bella-di-vollendam-belanda-1988
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Penyanyi rock Ikang Fawzi mengaku sedang menggarap buku Propertitainment yaitu tentang properti dan entertainment, sesuai dengan usaha yang sedang digelutinya sekarang. Buku ini digarapnya bersama dengan istrinya, Marissa Haque. \"Dalam waktu dekat saya berencana meluncurkan buku tentang proses kreatif Mas Ikang dalam bermusik. Sebelumnya saya menulis buku berjudul Bahasa Kasih tentang pengajaran bahasa Inggris Bagi Tuna Rungu dan Aminah tentang anak-anak dan lingkungan hidup,\" ungkap Marissa yang juga pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur Banten. Marissa datang ke Makassar sebagai Duta LP3I. Selama di Makassar, Marissa berpromosi tentang LP3I dan tuntutan zaman yang membutuhkan tenaga kerja yang andal. Menemani Marissa, Ikang juga mengunjungi Trans Studio Theme Park. Dalam kunjungannya ke Trans Studio, Ikang sempat malantunkan dua lagu yang berjudul It\'s My Life yang dipopulerkan Bon Jovy dan Munajat Cinta yang dipopulerkan The Rock. Ikang juga memiliki hubungan keluarga dengan Ishadi SK, salah satu pengelola Trans Corp.(*)

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2011/03/11/ikang-fawzi-bikin-buku-properti-dan-hiburan

Berdua Marissa Haque Ikang Fawzi Bikin Buku tentang Properti-tainment

Rabu, 29 Desember 2010

Ikang Fawzi: Oleh-oleh Ilmu Hukum Property dari Istriku Marissa Haque (1)

Sumber: http://marissa-haque-fh-ugm.blogspot.com/

Potongan dari Paper Teori Hukum Kelas "Teori Hukum" dengan dosen/Dekan FH-UGM Prof.Dr. Marsudi,
oleh: Marissa Grace Haque Fawzi

Sub-judul:

Unethical-Illegal vs Legal-Unethical
Ketika Soros (2010) menyatakan bahwa humans are subject to failure,[1] terkait kejadian paradoksal antara keadilan dan kepastian hukum di Indonesia, maka topik tentang negara-keadilan-kontrak sosial selalu menjadi sumber menarik untuk diteliti lebih lanjut karena lebih sering keduanya tidak berjalan seiring-seirama. Dalam banyak situasi di Indonesia, mereka yang berlindung kepada hukum positif Indonesia bukan hanya mereka yang baik saja tapi juga mereka yang diduga jahatpun turut ‘terlindungi.’
            Sesuatu yang tidak etis/un-ethical belum tentu dianggap jahat/illegal, namun sesuatu yang jahat/illegal sudah pasti etis/un-ethical. Seperti misalnya korupsi adalah sebuah kejahatan luar biasa/extra ordinary crime, namun dalam suatu kondisi situasional sangat sering kejahatan luar biasa/extra ordinary crime tersebut dianggap sah/legal. Sebaliknya semisal pemberantasan korupsi itu sangat baik, namun dalam kondisi tertentu terbukti bahwa hukum dapat menjadi  legalitas para koruptor dan para whistle blower menjadi semacam ‘pesakitan’ yang menjadi ‘bulan-bulanan’ media tertentu yang dimiliki oleh pemilik kapital yang patut diduga pelaku dari korupsi yang dituduhkan.
            Comte-Sponville (2001) menyatakan, bahwa dalam hubungannya hukum sebagai pembawa nilai terjadi benturan kepentingan dari fungsi pesan keadilan sekaligus sebagai order dari the lawgiver.[2] Dalam bukunya dijelaskan juga kondisi tersebut telah lama terjadi bahkan sejak zaman Yunani kuno dan diamati secara berkelanjutan oleh para filsuf mereka saat itu.


[1] Wawancara George Soros oleh penyiar Desy Anwar di Metro TV, pada Juni 2010

[2] Comte-Sponville, Andre. 2001.  A Small Treatise on the Great Virtue. New York: Henry Holt and Company

Kamis, 16 Desember 2010

Property-tainment Ide Ikang Fawzi untuk MBA dari UGM: Marissa Haque Fawzi

Ikang Fawzi (Foto:Arie Yudhistira/Koran SI)

JAKARTA - Ikang Fawzi tengah bergembira. Jerih payahnya kuliah selama 1,5 tahun berbuah manis. Suami Marissa Haque ini meraih gelar MBA dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Saya senang sekali akhirnya bisa dapat gelar. Saya kuliah selama 1,5 tahun. Selesainya bisa cepat karena saya serius sekali,” ungkap Ikang yang dihubungi okezone, Selasa (14/12/2010).

Rocker kelahiran 23 Oktober 1959 itu mengambil judul tesis Analisa Strategi Bisnis Properti-tainment di Salah Satu Industri Bisnis Properti (studi pada PT Impian Jaya Ancol). Dia membuat tesis dengan judul demikian dengan alasan tersendiri.

“Saya pikir bisnis ini kan yang penting bisa berkelanjutan. Banyak yang berbisnis, tapi kemudian hilang. Kalau Ancol ini pernah diterpa krisis ekonomi 1998 dan 2008, tapi bisa bertahan karena dia menggunakan property-tainment. Jadi entertainment itu untuk mempercepat recover industri properti yang sedang lesu,” bebernya.

Berkat keseriusan dalam menggarap tesis setebal hampir 300 halamanan, ayah dua anak ini mendapat nilai sempurna, A. “Secara ilmiah itu memang bidang saya. Intinya, di situ saya gunakan ilmu yang saya punya. Jadi saya lama di entertain, kemudian ingin saya ilmiahkan,” urainya.

Disinggung tentang kegiatan sang istri yang giat menimba ilmu, Ikang memberikan pujian tinggi.

“Wah, kalau dia sih gila sekolah. Kalau saya enggak seperti dia yang sekolah terus kayak sudah jadi makanan sehari-hari. Icha di UGM mengambil dua gelar sekaligus, MBA untuk ekonomi-bisnis dan hukum (MH),” katanya.(ang)

Sumber: http://ikangfawzi.blogdetik.com/

Beberapa Kader PITA Tangsel Serius Belajar Properti pada Ikang Fawzi: Marissa Haque

PITA Tangsel

Lahir dari sebuah keprihatinan para pemuda Tangerang Selatan terhadap proses demokrasi yang berjalan di Provinsi Banten khususnya Kota Tangerang Selatan. Para pemuda melihat kondisi di kota baru memerlukan peran serta semua pihak untuk mengawal proses transisi pemerintahan sehingga menjadi pemerintahan yang definitif dengan prinsip Bersih, Transparan dan Profesional (BTP).

Keprihatinan ini terwujud pada diskusi non formal yang digagas beberapa Organisasi Kepemudaan (OKP) yang terhimpun di KNPI Tangerang Selatan dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang ada di Kota Tangerang Selatan, yang kemudian termanifestasikan dalam sebuah gerakan “Pemuda Integritas Tangerang Selatan” (PITA SELATAN).

Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Organisasi Kemasyarakatan yang tergabung di PITA SELATAN, antara lain Gerakan Pemuda Al-Wasliyah, Gerakan Pemuda Ansor, Pelajar Islam Indonesia (PII), Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI),Pemuda Katolik, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (PERADAH), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Alwasliyah (IPA Alwasliyah) GARUDA KPPRI, FKPPI 2708, Himpunan Mahasiswa Kota Tangerang Selatan (HIMAKOTAS), PEMUDA DEMOKRAT, Himpunan Remaja Masjid Tangerang Selatan (HIRMATS),Generasi Muda Persatuan (GMP), Forum Komunikasi Remaja Masjid (FKRM TANGSEL), FKGM-NU, Ikatan Masyarakat Peduli Tangsel (IMPAS), Aliansi Fasilitator Nusantara (Alif Nusa), Local Goverment Studies (Logos), Gema Aswaja, Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia (GMII). Forum Komunikasi Kaum Muda Ciputat (FK2MC)

Maka pada tanggal 17 Juni 2010 di Wisma Syahida UIN Syarif Hidayatullah, lahirlah PITA SELATAN yang di deklarasikan pada acara Diskusi Publik bertema “Peran dan Sikap Pemuda dalam Menyikapi Pemilukada Tangerang Selatan”.
Salam Integritas,
Alfian Mujahidin

Sekjen Presidium PITA SELATAN

Selasa, 09 November 2010

Manajemen Kendali Mutu Pernikahan Kami: Ikang Fawzi & Marissa Haque


cinta_sampai_mati_ikang_fawzi_dan_marissa_haque_di_bintaro_tangsel_jpg
(Tulisan 1)
Menuju pertahanan pernikahan seperempat abad, sangatlah tidak mudah. Asam-masin-asin-pahit perjalannya menuju Muara-Nya Sang Kekasih Abadi tidaklah sesederhana seperti saat ijab dan Kabul kami berdua ikrarkan dengan sepenuh cinta dan kasih. Asa dan rasa cintapun teruji dalam fluktuasinya, kadang berada pada posisi ektrim atas bahkan tak kurang beberapa kali pada posisi di bawah angka tengah.
Saya Marissa Grace anak Bapak Haji Allen Haque menerima nikah dari Ahmad Zulfikar anak Bapak Haji Fawzi Abdulrani dua kali dalam kehidupanku.
Bukan karena kami pernah bercerai, namun yang pertama didalam pernikahan siri kami pada tahun sebelum pernikahan resmi kami dimuka penghulu, pada tanggal 12 April 1987 lalu di Jakarta dengan disaksikan kedua belah pihak keluarga lengkap kami—minus almarhumah ibu Yuya (Setia Nurul Muliawati binti Moe’min) ibunda Ikang suamiku dan banyak kerabat, sahabat, serta handai taulan kami berdua.
Tak ada yang istimewa sekali saat itu kecual kami berdua selalu ingin bersama, berdua, kemana-mana berdua, pokoknya berdua… seakan dunia ini isinya hanya kami berdua…
Hingga tiba saatnya setelah Isabella Muliawati dan Marsha Chikita kedua anak kami lahir, ada saat tertentu dimana saya merasa sangat ingin sendirian, dan Ikang juga ingin sendirian. Lalu kamipun sibuk membesarkan anak dan mengembangkan usaha kami masing-masing. Ikang dibidang real estate dan saya dibidang perfilman dan televisi.
Lalu tibalah saat yang paling menggelisahkan dimasa economic down fall seiring kejahuan rezim Orde Baru bersamaan dengan kejadian riots di Jakarta. Hancurnya kantor filmku tiga lantai di depan Plaza Bintaro Jaya. Molornya pembayaran piutang dari SCTV dan RCTI, terkena imbas bunga bank sangat mencekik, setiap pengusaha disaat itu frustasi dan depresi. Perkawinan kami terkena dampaknya. Kami suami-istri berjuang menyelamatkan asset yang tersisa bagi pembayaran kembali kredit usaha kami. Restrukturisasi organisasi di perusahaan kami masing-masing menjadi tak terhindarkan. Bisnis Ikang suamiku yang terkena dampak paling keras. Bahkan muncul anekdot disaat itu yang mengatakan bahwa dibandingkan antara Pak Ciputra dan Pak Supirnya terkait dengan asset kekayaan mereka, maka supirnyalah yang lebih kaya. Karena supirnya beraset nol dan Pak Ciputra beraset minus.
Lalu ketika mencapai masa transisi, kami menjadi lebih arif dan mulai agak tenang menghadapi kehidupan, Terutama ketika kami berdua mulai menyadari bahwa hidup kami akan menjadi lebih berarti bilamana kami mampu meningkatkan kemampuan kognisi melalui pencapaian akademik. Saya kembali kekampus lokal, lalu kampus luar negri, lalu kembali lagi kekampus lokal, dan belakangan bersama berdua kami memilih kampus yang sama dan mempelajari bidang yang sama yaitu pada Fakultas Ekonomi-bisnis di UGM, Jakarta-Yogyakarta. Namun karena bakat dan minat Ikang dengan saya berbeda, maka bidang Ikang berada pada kajian ekonomi makro sesuai dengan domain bisnisnya dibidang real estate management dengan fokus pada bidang sangat specific yaitu property-tainment. Fokus pada Corporate Strategic adalah cita-cita lama Ikang fawzi suamiku. Dan Ikang ingin menjadi ahlinya dibidang tersebut. Sementara saya pribadi sejak dahulu selalu lebih tertarik dan lebih punya hati pada bidang ekonomi mikro dengankonsentrasi pada bidang LKM (Lembaga Keuangan Mikro) Syariah yang biasa disebut dengan BMT (Baitul Maal wa Tamwil).
ikang_fawzi_dan_marissa_haque_disaat_pacaran_dulu_1983Faktor Eksternalitas dan Internalitas
Didalam mengidentifikasi CP (Competitive Profile) sebuah perusahaan pada pendekatan stratejik, kita membuat SWOT analysis, yang terdiri dari elemen S: Strength/Kekuatan; W: Weakness/Kelemahan; O: Opportunity/Peluang; T: Threat/Ancaman. Pernikahan kami dimulai dengan menghitung semuanya secara kualitatif yang kami kuantifikasi—karena tidak semua hal memiliki/embedded dengan ‘price’ namun ber-value, sehingga harus dikuantifikasi akan dapat dibobot/weighted. Karena kami sadar disaat kedua dari kami growing mature, kami tinggal menuju masa decline dan going obsolete/archaic atau usang! Usang dalam usia, karir, kharisma, kegantengan, kecantikan, dan lain sebagainya. Mau tak mau kami berdua mulai menata diri menuju masa depan yang mungkin tidak terlalu banyak tersisa lagi. Mengidentifikasi seluruh faktor dari eksternalitas dan internalitas, baik yang terkendali mapun yang tak terkendali seluruh competitive forces yang ada/muncul, tentu tanpa terkecuali!
(bersambung)

Pengikut